Pengertian Elongatio Aorta Dalam Kedokteran

INFOKEDOKTERAN.COM – Dalam ilmu kedokteran, elongatio aorta adalah pembuluh darah yang terlihat memanjang pada pemeriksaan radiologi dan terlihat ada penonjolan. Masalah ini lebih dokter lebih sering menjumpinya pada pasien yang mengalami masalah hipertensi atau terkadang merupakan gambaran normal. Seperti yang kami sebutkan bahwa penderita yang mengalami hipertensi lebih beresiko mengalami elongatio aorta. Mengingat bahwa hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di seluruh dunia.

pengertian-elongatio-aorta-dalam-kedokteranPada penderita hipertensi usia lanjut terjadi paparan kronis intra arteri. Hal initerkait dengan peningkatan tekanan sistolik melalui efek langsung yaitu dengan meningkatkan besarnya gelombang tekanan pembuluh darah perifer yang dihasilkan oleh ejeksi ventrikel, serta efek tidak langsung yaitu dengan meningkatkan kecepatan dan besarnya pantulan gelombang tekanan pembuluh darah perifer.

Peningkatan kecepatan dan besarnya pantulan gelombang perifer tersebut terjadi akibat kemampuan aorta proksimal untuk mengubah aliran pulsatil yang dihasilkan oleh ejeksi ventrikel kiri menjadi aliran yang relatif stabil untuk dialirkan ke mikrosirkulasi terganggu, hal ini terkaitdengan kondisi aorta yang kaku pada lanjut usia. Oleh karena itu, menyebabkan tekanan pulsasi yang lebih tinggi.

Resistensi terhadap aliran darah bergantung pada tiga faktor yaitu viskositas darah, panjang pembuluh,dan jarijari pembuluh. Saat melewati arkus aorta, kecepatan aliran darah menjadi terlalu besar, sehingga aliran darah menjadi turbulen. Jika darah mengalir dengan resistensi yang lebih besar maka akan timbul aliran eddy yang sangat memperbesar seluruh gesekan aliran dalam aorta ascenden. Hal tersebut kemudian menjetuskan terjadinya elongasi aorta.

Hal hal yang dapat mengubah bentuk aorta antara lain adalah:

  • Hipertensi
  • Usia
  • Kelainan katup dan kelainan dinding aorta karena radang

Ada banyak penyebab elongasi aorta, diantaranya adalah aterosklerosis, hipertensi, regurgitasi aorta, dan lain lain. Perubahan yang terjadi pada pembuluh darah aorta seperti pemanjangan dan berkelok kelok serta bertambahnya diameter dan volume dimulai pada usia 20 tahun .