Fase Interfase dalam Siklus Sel

Fase Interfase dalam Siklus SelFase interfase dalam siklus sel terdiri atas G1, S dan G2.

Fase G1

G1 adalah fase intermediet mengisi waktu antara akhir pembelahan sel pada mitosis dan permulaan dari replikasi DNA selama fase S. Selama waktu ini, sel bertumbuh pada persiapan untuk replikasi DNA, dan beberapa komponen interseluler, seperti kromosom melalui replikasi.

Sebelum suatu sel memulai replikasi DNA, sel harus memastikan bahwa secara biologi siap untuk memulai proses tersebut. G1 adalah fase ketika pengawasan sel terjadi.

Selama G1, sel memeriksa lingkungan selular dan ukuran sel untuk memastikan bahwa kondisi tepat untuk menyokong replikasi DNA. Sampai sel siap tidak akan meninggalkan fase G1.

Jika semuanya tidak siap untuk menjalani replikasi DNA, sel dapat menghentikan sementara selama G1 dan masuk ke fase yang dinamakan G0. Bergantung pada kesiapsediaan sel untuk melanjutkan siklus sel, G0 dapat hari terakhir, minggu, atau bahkan tahun.

Ketika sel sudah mencapai bentuk yang tepat dan dalam keadaan lingkungan yang menyokong untuk replikasi DNA, sel akan keluar dari G1 atau G0 dan memasuki fase selanjutnya dari interfase yang disebut fase S.

Fase S

Fase S, atau sintesis, adalah fase dari siklus sel ketika DNA terbungkus dalam kromosom-kromosom direplikasi. Peristiwa ini adalah aspek penting siklus sel karena replikasi menyediakan setiap sel dibentuk oleh pembelahan sel agar memiliki kode genetik yang sama.

Selama fase S sejumlah peristiwa tambahan pada replikasi kromosom terjadi. Pertumbuhan sel berlanjut pada saat fase S, seperti kecepatan sintesis dari sejumlah protein dan enzim yang terlibat dalam sintesis DNA.

Sewaktu replikasi DNA selesai sel mengandung dua kali dari jumlah kromosom normalnya dan menjadi siap untuk memasuki fase yang disebut G2.

Fase G2

Sama dengan G1, G2 adalah fase antara, waktu sel untuk memastikan bahwa sel siap untuk memulai siklus sel. Terjadi antara akhir dari replikasi DNA pada fase S dan awal dari pembelahan sel mitosis, G2 dapat diduga sebagai gap (celah) yang aman selama sel dapat memeriksa untuk memastikan bahwa seluruh DNAnya dan komponen intraselular yang lain telah diduplikasi secara tepat.

Disamping berindak sebagai cekpoint selama siklus sel, G2 juga mewakili kesempatan terakhir sel untuk bertumbuh sebelum sel terbelah menjadi dua sel yang bebas pada waktu mitosis.