Artikel dalam kategori: Demam Tifoid

Gejala Klinis Demam Tifoid

Angka kejadian demam tifoid memang cukup tinggi. Untuk mengenali penyakit ini, maka perlu diketahui gejala klinisnya.

Gejala klinis demam tifoid pada anak biasanya lebih ringan jika dibandingkan dengan penderita dewasa. Masa tunas rata-rata 10 – 20 hari. Yang tersingkat 4 harijika infeksi terjadi melalui makanan, sedangkan yang terlama sampai 30 hari jika infeksi melalui minuman. Selama masa inkubasi mungkin ditemukan gejala prodromal, yaitu perasaan tdak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing dan tidak bersemangat.

Kemudian menyusul gejala klinis yang biasa ditemukan, yaitu:

Demam
Pada kasus-kasus yang khas, demam berlangsung tiga minggu. Bersifat febris remiten dan suhu tidak terlalu tinggi. Selama minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, biaasanya menurun pada pagi hari dan meningkat lagi pada sore dan malam hari. Dalam minggu kedua, penderita terus berada dalam keadaan demam. Dalam minggun ketiga suhu badan berangsur-angsur turun dan normal kembali pada akhir minggu ketiga.

Gangguan pada saluran pencernaan
Pada mulut terdapat nafas berbau tidak sedap. Bibir kering dan pecah-pecah (ragaaden/. Lidah ditutupi selaput putih kotor (coated tongue), ujung dan tepinya kemerahan, jarang disertai tremor. Pada abdomen mungkin ditemukan keadaan perut kembung (meteorismus). Hati dan limpa membesar disertai nyeri pada saat perabaan. Biasanya didapatkan konstipasi, akan tetapi mungkin pula normal bahkan dapat terjadi diare.

Gangguan kesaadaran
Umumnya kesadaran penderita menurun walaupun tidak berapa dalam, yaitu apatis sampai somnolen. Jarang terjadi sopor, koma atau gelisah.

Disamping gejala-gejala yang biasa ditemukan tersebut, mungkin pula ditemukan gejala lain. Pada punggung dan anggota gerak dapat ditemukan roseola, yaitu bintik-bintik kemerahan karena emboli basil dalam kapiler kulit. Biasanya ditemukan dalam minggu pertama ddemam. Kadang-kadang ditenukan bradikardia pada anak besar dan mungkin pula ditemukan epistaksis.

Kategori: Demam Tifoid, Info Penyakit0 Komentar

Patogenesis Demam Tifoid

Postingan sebelumnya tentang Apa itu Demam Tifoid sudah menjelaskan penyebab terjadinya penyakit demam tifoid ini. Nah, sekarang kita membahas seputar proses terjadinya atau patogenesis demam tifoid.

Patogenesis Demam Tifoid
Awal mula penyakit ini diawali oleh terjadinya infeksi. Infeksi terjaadi pada saluran pencernaan. Basil diserap dalam usus halus. Melalui pembuluh limfe halus masuk ke dalam peredaran darah sampai di organ-organ terutama hati dan limpa sehingga organ tersebut akan membesar disertai nyeri pada perabaan.

Kemudian basil masuk kembali ke dalam darah (bakteremia) dan menyebar ke seluruh tubuh terutama ke dalam kelenjar limfoid usus halus, menimbulkan tukak beerbentuk lonjong pada pada mukosa diatas Peyeri. Tukak tersebut dapat menyebabkan perdarahan dan perforasi usus.

Gejala demam disebabkan oleh endotoksin sedangkan gejala pada saluran pencernaan disebabkan oleh kelainan pada usus.

Kategori: Demam Tifoid0 Komentar

Apa itu Demam Tifoid?

Masyarakat umum biasanya selalu bertanya apa itu demam tofid (tyfoid fever)?

Demam Tifoid adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu, gangguan pada saluran pencernaan dan gangguan kesadaran.

Di Indonesia terdapat dalam keadaan endemic. Penderita anak yang ditemukan biasanya berumur diatas satu tahun.

Penyebab dari demam tifoid adalah Salmonella typhosa, basil gram nrgatif, bergerak dengan rambut getar, tidak berspora. Mempunyai sekurang-kurangnya 3 macam antigen yaiut antigen 0 (somatic, terdiri dari zat kompleks lipopolisakarida) antigen H (flagella) ndan antigen Vi. Dalam serum penderita terdapat zat anti (agglutinin) terhadap ketiga macam antigen tersebut.

Kategori: Demam Tifoid0 Komentar