Referat Kedokteran: Patofisiologi dan Gejala Klinis Epilepsi

Loading...

Patofisiologi EpilepsiSecara umum, epilepsi terjadi karena menurunnya potensial membrane sel saraf akibat proses patologik dalam otak, gaya mekanik atau toksik, yang selanjutnya menyebabkan terlepasnya muatan listrik dari sel saraf tersebut.

Beberapa penelitian menunjukkan peranan asetilkolin sebagai zat yang menurunkan potensial membran postsinaptik dalam hal terlepasnya muatan listrik yang terjadi sewaktu – waktu saja sehingga manifestasi klinisnya pun muncul sewaktu-waktu.

Bila asetilkolin sudah cukup tertimbun di permukaan otak, maka pelepasan muatan listrik sel-sel saraf kortikal dipermudah. Asetilkolin diproduksi oleh sel-sel saraf kolinergik dan merembes keluar dari pemukaan otak.

Pada kesadaran awas-waspada lebih banyak asetilkolin yang merembes keluar dari permukaan otak daripada selama tidur. Pada jejas otak, ditemukan lebih banyak asetilkolin daripada dalam otak sehat.

Pada tumor serebri atau adanya sikatriks setempat pada permukaan otak sebagai gejala sisa dari meningitis, ensefalitis, kontusio serebri atau trauma lahir, dapat terjadi penimbunan setempat dari asetilkolin.

Oleh karena itu pada tempat itu akan terjadi lepas muatan listrik sel-sel saraf. Penimbunan asetilkolin setempat harus mencapai konsentrasi tertentu untuk dapat menurunkan potensial membran sehingga lepas muatan listrik dapat terjadi.Hal ini merupakan mekanis epilepsi fokal yang biasanya simptomatik.

Pada epilepsi mioklonik terjadi kontraksi mendadak, sifatnya sebentar dapat kuat atau lemah, terjadi pada sebagian otot atau semua otot, kejadiannya sekali atau berulang-ulang. Bangkitan ini dapat dijumpai pada semua umur.

Kejang mioklonik tidak menyebabkan hilang kesadaran tetapi bisa terjadi berulang-ulang pada satu atau beberapa ekstremitas.

Gejala Klinis Epilepsi

Gejala klinis yang dapat ditemukan pada epilepsi tipe bangkitan mioklonik berupa gerakan mioklonik seperti terkejut pada saat bangun tidur yang diikuti kejang general tonik-klonik. Kontraksi otot sesaat oleh karena lepas muatan listrik kortikal.

Dapat single atau berulang, sangat ringan (twitch) sampai jerking, paling berat (the Flying Saucer Syndrom).

Dapat dicetuskan oleh suara, kejutan, photic stimulation, perkusi. Saat serangan terjadi gangguan kesadaran sebentar, disertai gerakan involunter yang aneh dari sekelompok otot, terutama pada tubuh bagian atas (bahu dan lengan) yang disebut myoclonic jerking.

Epilepsi mioklonik juvenilis atau disebut juga sindrom Janz. Dikenali sebagai bentuk umum epilepsi generalisata primer. Onset umumnya pada usia remaja. Trias sindrom ini adalah:

  • Kejang generalisata yang jarang, sering terjadi pada saat bangun.
  • Absans di siang hari.
  • Gerakan menyentak involunter mendadak dan cepat (mioklonus), biasanya terjadi pada pagi hari sehingga pasien dapat menumpahkan sarapannya atau melempar piring sarapan pagi tanpa dapat dijelaskan penyebabnya (‘epilepsi Kellogg’).

Loading...