Diagnosis, Prevalensi dan Insidens Karies Akar Gigi

Perhatian dan permasalahan mengenai karies akar telah meningkat pada dekade terakhir ini. Hal ini menjadi suatu tantangan klinis saat ini, seiring dengan semakin meningkatnya jumlah individu lanjut usia serta kesadaran mengenai pentingnya mempertahankan gigi asli.

Artikel ini membahas literatur tentang lesi karies akar, dengan melihat faktor resiko, yang dihubungkan dengan penyebab, diagnosis, pencegahan, dan metode perawatan.

Pengertian Karies Gigi

Karies gigi merupakan penyakit yang telah ada sejak dahulu yang ditemukan pada tengkorak manusia primitif di seluruh dunia yang tinggal di daerah terpencil dimana kurang terdapat makanan lunak dan makanan yang kaya karbohidrat.1,2 Selama abad ke 17, gula banyak tersedia dan harganya lebih murah di Eropa dan makanan diganti dengan makanan yang lebih lunak.

Akibatnya, karies menjadi masalah endemik yang bertahan sepanjang abad ini.3 Saat ini, prediksi demografi menunjukkan karies akar sebagai suatu persoalan pasien yang penting pada dekade selanjutnya dimana populasi lanjut usia mempertahankan gigi asli mereka.

Ettinger meninjau penelitian mengenai laju dan distribusi karies pada abad ke 20 dan menyimpulkan bahwa keduanya memiliki pola berbeda di seluruh dunia, yang berhubungan dengan tingkat perkembangan dan tingkat industri.

Populasi di negara industri memiliki laju karies yang kurang pada anak-anak dan peningkatan jumlah gigi yang dipertahankan pada orang lanjut usia, sedangkan situasi yang berlawanan ditemukan di negara berkembang.

Hasil ini dapat berkorelasi secara langsung dengan populasi, profile, jenis kelamin, makanan, pendidikan, adanya tindakan pencegahan dan kemajuan teknologi di negara industri dibandingkan dengan di negara berkembang.

Di negara-negara belakangan terdapat laju karies yang lebih tinggi di daerah urban daripada masyarakat pedalaman disebabkan oleh tersedianya gula di daerah tersebut.

Prevalensi dan Insidens Karies Akar Gigi

Miller, seorang klinisi dan profesor kedokteran gigi konservatif, yang adalah subjek dari tinjauan makalah ini di abad yang lalu dalam tiga artikel yang mendiskusikan sesuatu yang ia sebut “membuang jaringan gigi”.

Karies akar dipertimbangkan sebagai penyakit dimana populasi lanjut usia menginginkan gigi mereka diekstraksi dan digantikan dengan protesa lepasan.8 Saat ini karies akar menjadi masalah baru yang diteliti dalam kedokteran gigi, pada orang-orang lanjut usia dengan gigi asli mereka yang masih ada.

Dengan bertambahnya usia, lebih banyak resesi gingiva yang terjadi, dimana permukaan akar terpapar terhadap lingkungan mulut dan menyebabkan meningkatnya laju karies akar.

Ettinger, yang meninjau beberapa penelitian yang berhubungan dengan prevalensi dan insiden karies akar pada daerah berbeda di U.S., menemukan bahwa lebih dari setengah orang lanjut usia memiliki karies akar dan karies akar tersebut meningkat seiring dengan usia.

Prevalensi karies akar yang sebenarnya sulit untuk dinilai. Interpretasi data dari penelitian prevalensi dan insiden rumit disebabkan oleh adanya perbedaan dalam kriteria diagnostik, keputusan perawatan dan kurangnya homogenitas pada populasi yang diobservasi. Namun, telah ditunjukkan dengan pasti bahwa prevalensi karies akar meningkat seiring usia dan lebih besar pada populasi lanjut usia daripada dewasa muda.

Katz meninjau dengan kritis, variabel yang berhubungan dengan karies akar dan membuat rekomendasi tegas mengenai bagaimana penelitian di masa mendatang harus dilakukan untuk membuat suatu indeks karies akar. Di Arab Saudi, negara berkembang dengan populasi 21 juta, 50 persen dari populasi dibawah usia 19 tahun.

Baru-baru ini telah ditemukan bahwa anak-anak di Arab Saudi memiliki peningkatan laju karies. Hal penting ini memerlukan perhatian dan konsentrasi yang lebih dalam program pencegahan oleh tenaga kesehatan masyarakat untuk meningkatkan tingkat perhatian kesehatan gigi dan untuk mencegah karies pada usia dini. Hal ini membuat lebih banyak gigi asli yang dipertahankan dan menghindari karies koronal ketika karies servikal terjadi.

Penelitian menunjukkkan bahwa pasien yang memiliki karies koronal lebih mungkin mengalami karies akar. Karies akar pada populasi lanjut usia di Arab Saudi belum dilaporkan. Penelitian di kalangan ini akan sangat membantu dalam mendorong populasi lanjut usia ini secara individual untuk memelihara kesehatan gigi mereka yang lebih baik dalam gaya hidup mereka.