Hubungan Antara Pria Obesitas dengan Fertilitas

Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal Fertility and Sterility, The Official Journal of the American Society for Reproductive Medicine pada 29 Juli kemarin menegaskan bahwa pria yang obesitas memiliki kecenderungan untuk memiliki jumlah sperma yang lebih rendah jika dibandingkan dengan pria dengan berat badan normal.

Hal ini terkait dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pria dengan obesitas cenderung memiliki jumlah sperma yang lebih rendah, dengan kualitas sperma yang juga lebih rendah.

Pada pria obesitas, sperma memiliki mobilitas yang lebih lambat dan motilitas yang kurang baik jika dibandingkan dengan pria yang tidak mengalami obesitas. Hubungan antara obesitas dan kualitas sperma memang masih belum jelas.

Namun, para peneliti menduga hal ini berkaitan dengan perubahan kadar testosteron dan hormon reproduksi lain yang terjadi pada pria dengan obesitas. Pada penelitian ini sendiri, kadar hormon tidak dipengaruhi oleh indeks massa tubuh, melainkan oleh usia.

Faktor Usia

Usia merupakan faktor yang penting untuk dipertimbangkan dalam kaitan antara obesitas dan kualitas sperma. Pria yang berusia lebih tua dengan komposisi lemak tubuh yang juga lebih besar cenderung memiliki kualitas sperma yang lebih rendah dari pada pria yang lebih muda.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Uwe Paasch dan teman-temannya, dari the University of Leipzig di Jerman ini melibatkan 2157 pria dengan usia antara 20 hingga 30 tahun. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa, pada kelompok usia yang sama, pria dengan obesitas secara umum memiliki jumlah sperma yang lebih rendah dibanding pria dengan berat badan normal.

Pada penelitian sebelumnya, dr. Uwe Paasch dan tim penelitinya menemukan bahwa komposisi lemak tubuh yang tinggi pada pria terkait dengan terjadinya perubahan terhadap protein yang diperlukan sperma untuk berfungsi dan bertahan hidup.

Adakah Hubungannya Terhadap Fertilitas (kesuburan) Pada Pria Dengan Obesitas?

Dr. Uwe Paasch, yang merupakan pemimpin penelitian tersebut mengatakan bahwa penelitian yang menyangkut obesitas dan fertilitas seorang pria masih harus terus dilanjutkan. Hal ini dikarenakan, perbedaan jumlah sperma antara pria obesitas dengan pria dengan berat badan normal bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi fertilitas (kesuburan).

Secara keseluruhan, memang jumlah sperma pria obesitas lebih rendah dari pada pria dengan berat badan normal. Namun, masih dalam kisaran normal, yaitu antara 20 – 150 juta per mililiter cairan semen. Meskipun demikian, hasil penelitian ini, perlu dijadikan motivasi bagi para pria untuk mempertahankan berat badan dalam kisaran normal.