Diagnosis dan Penatalaksanaan Pada Keracunan Arsen

DASAR KELAINAN : Oksigenasi jaringan terganggu akibat obat (trioxide,pentoxida,arsenat) berikatan dengan hemoglobin eritrosit sehingga terjadi hemolisis,anemi dan hemoglobinuri dalam waktu 3-4 jam.

I. DIAGNOSIS

A. Keluhan Pokok

  • Rasa terbakar di kerongkongan
  • Mual-Muntah

B. Tanda Utama

  • Udara pernapasan berbau bawang
  • Sianosis
  • Sulit bernapas
  • Delirium
  • Koma
  • Tanda-tanda gatal ginjal akut
  • Bila keracunan arsen secara kronis (2-8 minggu) akan timbul :
  • Eritroderma
  • Hiperkeratosis
  • Dermatitis eksfloatif
  • Stria pada kuku
  • Laringitis
  • Traketis
  • Bronkitis
  • Polineuritis
  • Atau keganasan pada daerah terekpos.

C. Pemeriksaan Loboratorium

  • Hemolisis eritrosit
  • Anemi
  • Lekositosis
  • Lekopeni
  • Hemoglobinemi
  • Hemoglobinuri
  • Kristal seluler dalam urine
  • Ada partikel arsen dalam urine
  • Gangguan fungsi hati

D. Pemeriksaan Khusus

  • Pada pemeriksaan sinar X abdomen di dapatkan adanya arsen yang radiopak
  • Dapat di temukan adanya arsen pada kuku, rambut atau mulut.

II. KOMPLIKASI
1. Gagal ginjal akut
2. Gagal jantung dan pernapasan
3. Anemi hemolisis

III. PENATALAKSANAAN
1. Jika baru menelan arsen , segera berikan sirup ipecac untuk merangsang muntah
2. Kumabah lambung bila pasien masih sadar.

A. Terapi Umum
1. Istirahat

  • Rawat inap bila berat

2. Diet
3. Medikamentosa
– Obat pertama :
• Dimercapol untuk mengikat arsen , selanjutnya akan diekskresi melalui ginjal. Dosis : 2-3 mg/kkBB/6 jam IM 24 jam pertama,di lanjutkan setiap 12-24 jam selama 10 hari.
• Penicilamid peroral untuk keracunan akut dan kronik 4 x 100 mg/KkBB/hari selama 5 hari.

– Obat alternative: –

B. Terapi Komplikasi :

Hemoliadisis bila ada gagal ginjal , maksudnya untuk mengeluarkan arsen 24-100 mg/hari.

IV. PROGNOSIS

  • Tergantung dari jumlah ,cara masuk dan cepatnya penanganan
  • Prognosis biasanya buruk.