Diagnosis dan Penatalaksanaan Pada Penyakit Anisakiasis

Merupakan penyakit parasit dari saluran pencernaan manusia biasanya ditandai dengan gejala sakit pada abdomen, kejang dan muntah, oleh karena mengkonsumsi makanan mentah atau ikan laut yang belum diolah, yang mengandung larva cacing ascaridoid.

Larva yang motil bergerak menembus dinding lambung menimbulkan lesi atau ulkus akut disertai dengan mual, muntah dan sakit epigastrik, kadang disertai dengan hematemesis. Larva ini mungkin migrasi ke atas dan menempel di dinding orofaring dan menyebabkan batuk.

Di usus halus, larva menimbulkan abses eosinofil, dengan gejala menyerupai apendisitis atau enteritis. Pada saat larva menembus masuk rongga peritoneal, jarang sekali mengenai usus besar.

Dasar kelainan :

Beradanya gumpalan/tumor pada dinding lambung dari larva cacing anisakis yang berasal dari ikan laut yang dimakan mentah. Tumor tersebut membentuk granuloma eosinofilik.

I. Diagnosis

Masa prepaten : 24 jam

A. Keluhan Pokok

– Mual muntah

– Menyerupai ulkus peptikum

B. Tanda Penting : –

C. Pemeriksaan laboratorium

– Perdarahan tersamar

– Eosinifil sekitar 10 %
D. Pemeriksaan Khusus : –

II. Komplikasi : –

III. Penatalaksanaan

A. Terapi Umum

1. Istirahat

2. Diet

3. Medikamentosa

  • Obat pertama : –
  • Obat alternatif : –

4. Pembedahan

Satu-satunya terapi dengan pembedahan mengeluarkan larva

B. Terapi Komplikasi : –

IV. Prognosis : –