Diagnosis dan Penatalaksanaan Pada Penyakit Diabetes Insipidus

Penyakit Diabetes InsipidusDASAR KELAINAN:

Kekurangan hormon ADH (DI Sentral) atau ginjal tidak berespons terhadap ADH (DI Nefrogenik)

I. DIAGNOSIS

  1. Keluhan pokok
  • Poliuri (2-40 Liter/hari) dan polidipsi tiba-tiba
  • Penderita tahu tanggal bahkan jam terjadinya peristiwa tersebut
  • Berat badan merosot
  • Rasa haus yang hebat.

  1. Tanda penting
  • Dehidrasi
  • Hipotensi ortostatik
  • Letargi.

C. Pemeriksaan laboratorium

  • BJ urine rendah
  • Hipernatremi.

D. Pemeriksaan khusus —

II. KOMPLIKASI

  • Dehidrasi berat
  • Hipernatremi
  • Intoksikasi air akibat terapi anti-diuretik
  • Dilatasi ureter dan buli-buli.

Ill. PENATALAKSANAAN

A. Terapi umum

1.  Istirahat

2.  Diet

3.  Medikamentosa

    Terapi penyakit dasarnya. Bila tidak berhasil, terapi dengan:

Obat pertama:

  • DI sentral:

–          Desmopresin: 2 X (10—20) μg intranasal

 Obat alternatif

  • HCT/Tiazid: 50—I 00 mg/hari.

B. Terapi komplikasi —

IV. PROGNOSIS

  • Umumnya baik
  •  Tergantung pada jenis dan penyakit dasarnya.