Diagnosis dan Penatalaksanaan Pada Penyakit Limfoma Hodgkin

Penyakit Limfoma HodgkinLIMFOMA HODGKIN

DASAR KELAINAN:

Desakan terhadap organ-organ.

I. DIAGNOSIS

A. Keluhan pokok

  • Pembesaran kelenjar tanpa nyeri, tetapi nyeri setelah mengkomsumsi alkohol.
  • Demam.
  • Berat badan merosot.
  • Lemah.
  • Gatal-gatal yang menyeluruh.
  • Mandi keringat malam.
  • Ada riwaya remisi dan eksaserbasi

B. Tanda penting

  • Mengenai umur dewasa muda.
  • Limfadenopati

–          Unilateral, khususnya di leher.

–          Tanpa nyeri.

–          Kadang-kadang bersatu dengan kelenjar yang Iebih profunda, kulit bebas bergerak.

  • Ada 4 stadium menurut kelenjar limfe yang terkena:

–          Stadium I:

Hanya satu  kelenjar limfe terkena.

–          Stadium II:

Dua kelenjar limfe pada satu sisi diafragma (di atas atau di bawah) terkena.

–          Stadium III:

KeIenjar regional pada dua sisi diafragma terkena.

–          Stadium IV:

Kelenjar limfe yang terkena sudah tersebar sampai sumsum tulang dan hepar.

Atau dapat pula dibagi:

  • Stadium A:

Gejala-gejala konstitusional belum jelas.

  • Stadium B:

Berat badan merosot, demam dan keringat malam jelas.

C. Pemeriksaan laboratorium —

D. Pemerjksaan khusus

. Biopsi kelenjar limfe.

II. KOMPLIKASI

  • Anemi hemolitik.
  • Bendungan vena cava superior.
  • Gatal yang sulit sembuh.
  • Efusi pleura.
  • Paraplegia.
  • Sarkoma Hodgkin.

III. PENATALAKSANAAN

A. Terapi umum

1. istirahat

2. Diet

3. Medikamentosa

Obat pertama:

  • Bila masih terlokalisasi (IA, IIA) ditanggulangi dengan radioterapi. Bila  sudah tersebar (IIIB, IV) dengan kemoterapi kombinasi (lihat di bawah).
  • Kemoterapi kombinasi:

Adriamisin (doksorubisin), bleomisin, vinkristin. dakarbasin (ABVD) atau diselang-selingi dengan mekloretamin, Onkovin (vinkristin), prokarbazin, dan prednison (MOPP). Digunakan minimal 6 siklus.

Obar alternative:

  • Kombinasi kemoterapi lain: ABVD (Adriamisin) + (Doksorubisin) + Bleomisin + Vinblastin + Dakarbazin)

4. Radioterapi

Dilakukan pada stadium I, II, dan III dan terlokalisasi.

II. Terapi komplikasi —

IV. PROGNOSIS

Tergantung dari stadiumnya;

  • Stadium IA dan IIA dengan radioterapi prognosis baik, 80% hidup sampai 10 tahun.
  • Stadium IIIA dan 1V, 50-60% hidup sampai 5 tahun.
  • Prognosis buruk pada orang tua dan limfosit rendah.