Diagnosis dan Penatalaksanaan Pada Penyakit Spondilitis Ankilosa

Loading...

Penyakit Spondilitis AnkilosaSPONDILITIS ANKILOSA

DASAR KELAINAN:

Radang sendi tulang belakang (terutama sacroiliaca) tanpa faktor rematik dan tidak diketahui penyebab

nya.

I. DIAGNOSIS

A. Keluhan pokok

– Terutama mengenai laki-laki umur 17—23 tahun.

– Awalnya hanya nyeri pinggang pagi hari.

– Nyeri vertebra lumbal arau dorsolumbal.

– Gerakan tulang belakang terbatas secara progresif.

– Ekspansi dada terbatas secara progresif.

– Nyeri krista iliaka.

– Nyeri pinggang torakit.

– Nyeri dada pleuritik.

B. Tanda penting

– Fleksi anterior dan lateral terbatas.

– Ekstensi lumbal terbatas.

– Tendinitis Achilles.

– Osteoporosis.

– Aorta insufisiensi

– Uveitis.

– Fibrosis paru.

C. Pemeriksaan laboratorium

– Lekositosis.

– LED meningkat.

– Ig A meningkat.

– C-reaktif protein (CRP) positif.

– Hipergamaglobulinemi positif.

– Faktor reumatoid negative (khas).

D. Pemeriksaan khusus

– HLA-B27 positif.

– Radiologi:

• torakal tampak osteofit memberi gambaran batang bambu (bamboo spine).

• Lumbal: lordosis berkurang, Iebih kiposis.

• Cervikal: lordosis berkurang (straight back), lebih kiposis.

• Sacroilitis

– Pemindaian CT (CT Scan).

II KOMPLIKASI

1. Fraktur dislokasi.

2. Mamboo spine.

3. Peradangan mata.

4. Aritmia kordis.

5. Amiloidosis.

III PENATALAKSANAAN

A. Terapi umum

1. Istirahat

– Mempertahankan mobilitas.

– Fisioterapi.

– Hidroterapi.

2. Diet

3. Medikamentosa

Obat pertama:

– NSAID: Indometasin, 3 X 25—50 mg/hari, naproksen, tolmetin, fenoprofen, piroksikam.

Obat alternatif —

4. Radioterapi.

5. Bedah

– Jarang dilakukan.

B. Terapi komplikasi —

IV. PROGNOSIS

– Umumnya prognosis baik, dapat remisi dan relaps spontan.

– Kadang-kadang ankilosis meluas ke seluruh ruang tulang belakang.

Loading...