Diagnosis dan Penatalaksanaan Pada Pneumonia

Loading...

Pneumonia adalah suatu kondisi peradangan paru-paru. Hal ini sering ditandai sebagai termasuk peradangan pada parenkim paru-paru. (Yaitu, alveoli) dan alveolar abnormal mengisi dengan cairan (konsolidasi dan pengeluaran). Alveoli yang mikroskopis diisi kantung udara di paru-paru yang bertanggung jawab untuk pertukaran gas.

Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, termasuk infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit, dan kimia atau cedera fisik ke paru-paru. penyebab nya mungkin juga secara resmi digambarkan sebagai penyebab infeksi tidak diketahui ketika telah dikecualikan. gejala umum yang berhubungan dengan pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan sesak nafas. alat diagnostik mencakup x-ray dan pemeriksaan sputum.

Pengobatan tergantung pada penyebab pneumonia, pneumonia bakteri diobati dengan antibiotik. Pneumonia biasa terjadi pada semua kelompok umur, dan merupakan penyebab utama kematian di kalangan anak muda, orang tua, dan sakit kronis Vaksin. Untuk mencegah beberapa jenis pneumonia tersedia. Prognosis tergantung pada jenis pneumonia, perawatan, komplikasi, dan kesehatan yang mendasari seseorang.

Dasar Kelainan : Kerusakan jaringan perenkim paru oleh infeksi.
I.DIAGNOSIS
A.Keluhan Pokok

  • Demam-mengggigil
  • Batuk dengan sputum purulen
  • Sakit dada
  • Berat badan menurun

B.Tanda Penting

  • Takikardi
  • Pernapasan cepat/alanasi
  • Herpes labialis
  • Bunyi krepitasi
  • Bunyi bisikan pleura
  • Bunyi pernapasan bronchial dan “whispering pectoriloquy”.
  • Vokal fremitus mengeras pada sisi sakit
  • Pekak relative pada sisi sakit.

C.Pemeriksaan Laboratorium

  • Darah : Lekositosis
  • Sputum : kuman penyebabnya (sulit di percaya sebab banyak kontaminasi)
  • Foto dada, tampak infitrat.

D.Pemeriksaan Khusus : –
II.KOMPLIKASI
1.Efusi pleura
2.Empiema torasis
3.Abses paru
4.Atelektasis (kollaps paru)
5.Gagal pernapasan
6.Kor pulmunale
7.Septikemi/sepsis
8.Herpes labialis
9.Trombo-emboli
Karena pengaruh antibiotika sudah jarang terjadi komplikasi.
III.PENATALAKSANAAN
A.Terapi Umum
1.Istirahat
Tidak selalu perlu dirawat inap
2.Diet
Cairan harus cukup, Cuma hati-hati edema pulmonum
3.Medikamentosa
Antibiotik umumnya berdasarkan pengalaman.
Obat pertama :

  • Penisilin G : Dosis tinggi 6-12 juta unit/hari
  • Ampisilin/Amoksisilin : 3-4 x (500-1000) mg/hari
  • Eritromisin : 3-4 x 500 mg/hari
  • Sefalosporin : Dosis sesuai jenis preparat
  • Kotrimoksazol 2 x (1-2) tablet

Obat alternative : –
B.Terapi Komplikasi –
IV.PROGNOSIS
Prognosis di pengaruhi oleh :
1.Umur
2.Banyaknya lobus yang terkena
3.Renjatan septic
4.Gagal napas
5.Mulainya terapi antibiotic.
Sebelum masa antibiotic mortalitas 33%, sesudah ada antibiotic menjadi 5%.
6.Gagal jantung
7.Gagal ginjal.

Loading...