Diagnosis dan Penatalaksanaan pada Toksoplasmosis

Toksoplasmosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa obligat intraseluler yaitu Toksoplasma gondii. Penyakit ini mempunyai gejala klinik dengan manifestasi yang sangat bervariasi.

Sebagian besar pasien bahkan tidak memberikan gejala dan tidak diketahui telah terinfeksi. Pada banyak pasien termasuk bayi dan pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, toksoplasmosis dapat mengancam jiwa. Bagi ahli kebidanan dan penyakit kandungan, toksoplasmosis penting karena dapat menyebabkan penyakit pada ibu yang tak diketahui penyebabnya dan sangat potensial menyebabkan infeksi bayi dalam kandungan yang dapat menyebabkan keguguran, kematian bayi dalam kandungan dan kecacatan pada bayi.

Dasar kelainan : Nekrosis korteks serebri akibat ensefalitis (kausa toxoplasma gondii).

I. Diagnosis
Masa inkubasi : 1-2 minggu

A. Keluhan Pokok

  • Lebih 80% asimptomatis
    Toksoplasmosis kongenital
  • Bayi kejang-kejang
    Toksoplasmosis yang didapat (akuisita), klinisnya sangat bervariasi: 

    • Panas
    • Sefalgi
    • Mialgi
    • Artralgi
    • Nyeri ditenggorokan
    • Sering pula memberikan gejala seperti mononukleusus

B. Tanda penting

  1. Toksoplasmosis kongenital
    Tetralogy toksoplasmosis kongenital yaitu:
    a. Korioretinitis bilateral
    b. Hidrosefalus/mikrosefali
    c. Kalsifikasi serebral
    d. Gangguan psikomotor 

    • Perkembangan mental terganggu
    • Meningoensefalomielitis
    • Iritis
    • Iridosiklitis
    • Atrofi nervi
    • Nistagmus
    • Limfadenopati
    • Splenomegali
    • Hepatomegali
    • Glomerulonefritis
    • Eritomatosa kulit
  2. Toksoplasmosis yang di dapat ada 4 bentuk :
    • Limfadenopati
    • Splenomegali
    • Eritomatosa singkat
    • Sefalgi
    • Mialgi
    • Demam
    • Eksantematosa
    • Miokarditis
    • Meningitis
    • Pneumoni atipik
    • Serangan SSP, fatal
    • Retinokorioditis

C. Pemeriksaan Laboratorium

Serologi :

  • Sabin-Feldman (Dye Test)
  • IFA (Indirect Flouroscence Antibody)
  • CF (Complement Fixation)
  • IHA (Indirect Haemaglutination Antibody)
  • ELISA/DS-IgM-ELISA (Double-Sandwich-IgM-ELISA)
  • IgA, IgM,IgG

Hasil pemeriksaan IgG & IgM ibu hamil :

  1. IgM -/ igG – : tidak terinfeksi. Perlu kontrol tes tiap bulan
  2. IgM +/ IgG – : Mungkinterinfeksi dini. tes 3 minggu kemudian, dan bila :
    IgM +/ IgG + : Pasti terinfeksi primer dini
  3. IgM -/ IgG + : Mungkin infeksi lanjut, Tes 3 minggu kemudian, dan bila :
    • IgM – / IgG + tetap : Infeksi sebelum kehamilan. Tak perlu terapi.
    • IgM – / IgG meningkat : reaktivitasi
  4. IgM + / IgG + : Mungkin terinfeksi dini. Tes 3 minggu kemudian, bila :
    • IgG tetap : Infeksi sebelum hamil
    • IgG naik bermakna : Infeksi primer akut setelah konsepsi

II. Komplikasi : –

III. Penatalaksanaan

A. Terapi Umum

  1. Istirahat
  2. Diet
  3. Medikamentosa
    – Obat pertama 

    • Pirimetamin (Daraprim), 75 mg/hari selama 3 hari
    • Dilanjutkan 25 mg/hari + sulfadiazin 4 x 25 mg/kg BB/hari selama 3-4 minggu.
    • Spiramisin, 4 x 0,5-1 gr/hari, 3 minggu.

    – Obat Alternatif

    • Klindamisin, 4 x 300 mg
    • Pirimetamin (50 – 100 mg/hari) + asam folinat (Leucovorin) 5 – 10 mg/hari + klindamisin bila SSP terserang.
    • Kotrimoksazol 2 x 2 tablet
    • Trisulfa : 2-6 gr/hari selama 1 bulan
    • Doksisiklin 2 x 100 mg.

B. Terapi komplikasi : –

IV. Prognosis

  • Pada penderita imunokompetent prognosis baik
  • Penderita imunosupresed bila cepat diterapi juga baik, tetapi sering kambuh
  • Setengah penderita retinokorioditis bereaksi baik terhadap terapi
  • Jika ibu hamil menginfeksi anaknya secara kongenital, semakin muda umur kehamilan, semakin berat akibat pada anaknya (abortus sampai lahir cacat), namun lebih jarang terjadi pada infeksi yang terjadi pada umur kehamilan trisemester terakhir.