Diagnosis dan Penatalaksanaan Penyakit NAEGLERIA FOWLERI

Penyakit yang satu ini memang tidak begitu populer terutama di Indonesia. Apa lagi Infeksi Penyakit ini sangat jarang di temukan. Tetapi hati-hati sekali kita terjangkit penyakit ini maka dalam 1 minggu nyawa sudah melayang. Selain karena Penyakit ini belum di temukan obatnya, Penyakit ini pun terbilang cepat infeksinya.

Naegleria adalah amoeba yang hidup di perairan tawar air panas. Penyakit yang si sebabkan amoeba ini disebut Naegleria fowleri. Fowleri berasal dari nama Penemunya Dr’s Fowler. Amoeba ini biasa terdapat di :

  • Danau, Sungai, dan sumber alam lainnya
  • sumber air panas Bumi
  • kolam renang yang kurang terpelihara
  • Tanah

Dasar Kelainan : Kerusakan luas jaringan yang dilalui amoeba Naegleria fowleri, ulserasi mukosa nasofaring dan inflamasi serta nekrosis nerves olfaktorius.

I. Diagnosis

Masa inkubasi 1 – 14 hari

A. Keluhan Pokok

  • Gangguan Saluran napas atas
  • Sefalgi
  • Letargi
  • Kadang ada gangguan penciuman
  • Suara parau
  • Dari hidung keluar cairan
  • Demam
  • Muntah-muntah
  • Kaku kuduk

B. Tanda penting

  • Kaku kuduk
  • Bingung-bingung
  • Koma 3 – 5 hari sebelum mati
  • Epistaktis

C. Pemeriksaan Laboratorium

Cairan serebrospinalis :

  • Glukosa rendah
  • Kadar protein tinggi
  • Lekosit 100 – 20000/mm3
  • Diagnosis pasti bila ditemukan amuba Nf dalam liqour atau biopsi jaringan

D. Pemeriksaan Khusus : –

II. Komplikasi : –

III. Panatalaksanaan

A. Terapi Umum

  • Istirahat
  • Diet
  • Medikamentosa
    – Obat pertama : 

    • Amfoterisin Bdikombinasi dengan miconazol

    – Obat alternatif :

    • Deksametason bila tekanan liqour rendah

B. Terapi komplikasi : –

IV. Prognosis : –