Referat Kedokteran: Insidens dan Epidemiologi Penyakit Akalasia

Loading...

Penyakit AkalasiaAkalasia merupakan suatu keadaan khas yang ditandai dengan tidak adanya peristaltis korpus esophagus bagian bawah dan sfingter esophagus bagian bawah (SEB) yang hipertonik sehingga tidak bisa mengadakan relaksasi secara sempurna pada waktu menelan makanan.

Secara histopatologik kelainan ini ditandai oleh degenerasi ganglia pleksus mienterikus. Akibat keadaan ini akan terjadi stasis makanan dan selanjutnya akan timbul pelebaran esophagus. Keadaan ini akan menimbulkan gejala dan komplikasi tergantung dari berat dan lamanya kelainan yang terjadi. Secara klinis akalasia dibagi dalam akalasia primer dan akalasia sekunder yang dihubungkan dengan etiologinya.

Akalasia dikenal dengan akalasia esophagus, akalasia cardiac, kardiospasme, aperistataltik esophageal merupakan gangguan pada esophagus. Lapisan otot yang tipis dari esophagus kehilangan peristaltic normal (kemampuan otot untuk menggerakkan makanan ke bagian bawah esophagus), dan segmen bagian bawah esophagus gagal/tidak mengalami relaksasi untuk menelan.

Akalasia biasanya menyerang pada orang dewasa. Sfingter cardiac mengalami konstriksi dan menyebabkan obstruksi yang menghambat turunnya makanan ke bawah (lambung) sehingga menyebabkan esophagus berdilatasi serta penebalan otot esophagus. Pengaruh saraf otonom pada otot esophagus mengalami kelainan, namun hal ini belum diketahui pasti penyebabnya.

Akalasia di tandai oleh disfagi (sulit menelan), regurgitasi (makanan kembali ke atas) dan ada kemungkinan terjadi pneumonia aspirasi.

Insidens dan Epidemiologi Penyakit Akalasia

Insidens terjadinya akalasia adalah 1 dari 100.000 jiwa pertahun dengan perbandingan jenis kelamin antara pria dan wanita 1 : 1. Akalasia lebih sering ditemukan orang dewasa berusia 20 – 60 tahun dan sedikit pada anak-anak dengan persentase sekitar 5% dari total akalasia.

Akalasia adalah gangguan pada esophagus yang mengakibatkan suatu keadaan sulit menelan baik itu makanan padat maupun cair. Sekitar 70% pasien dengan akalasia disertai pula regurgitasi (aliran balik) makanan. Nyeri dada juga biasa disertai dengan akalasia.

Walaupun bisa menyerang pada anak-anak dan dewasa, namun dari kasus-kasus yang didapat kebanyakan adalah pada usia pertengahan tahun keatas. Keadaan semakin berat ketika otot sfingter esophagus (letaknya antara esophagus dan lambung) tidak relaksasi maksimal seperti yang seharusnya, yang mana akan menyebabkan makanan sulit untuk melewati esophagus ke lambung. Etiologi dari penyakit ini belum diketahui secara pasti.

Penyakit ini relatif jarang dijumpai. Dari data Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM didapatkan 48 kasus dalam kurun waktu 5 tahun (1984-1988). Sebagian besar kasus terjadi pada umur pertengahan engan perbandingan jenis kelamin yang hampir sama. Hal ini sesuai dengan laporan-laporan penulis lain.

Di Amerika Serikat ditemukan sekitar 2000 kasus akalasia setiap tahun, sebagian besar pada usia 25-60 tahun dan sedikit pada anak-anak. Dari suatu penelitian internasional didapatkan bahwa angka kematian kasus ini dari 28 populasi yang berasal dari 26 negara didapatkan angka kematian tertinggi tercatat di Selandia Baru dengan angka kematian standar 259 sedangkan yang terendah didapatka dengan angka kematian standar 0. Angka kematian ini diperoleh dari seluruh kasus akalasia baik primer maupun sekunder.

Kelainan ini tidak diturunkan dan biasanya memerlukan waktu bertahun-tahun hingga menimbulkan gejala.

Loading...