Referat Kedokteran: Penatalaksanaan dan Prognosis Atresia Esophagus

EsofagusSekali diagnosis atresia esofagus dibuat, persiapan harus dibuat untuk koreksi pembedahan. Orofaring dibersihkan, dan  french tube di pasang untuk suction kontinus dari kantung atas esofagus, kepala bayi harus elevasi.

Cairan IntraVena (10% dextrose) dapat diberika, O2 tetapi digunakan sebagai kebutuhan untuk pemeliharaan saturasi O2 normal. Pada janin dengan kegagalan respirasi. Endotrakeal intubasi harus dilakukan. Ventilasi bag-mask tidak dibutuhkan oleh karena dapat menyebabkan distensi lambung akut yang membutuhkan gastrotomi emergensi.

Jika diduga terjadi spesis atau infeksi pulmonal, antibiotik spekrum luas (seperti ampicilin+gentamicyn) harus diberikan. Beberapa sumber merekomendasikan memulai antibiotik intra vera secara empiris karena peningkatan resiko aspirasi. Bayi harus dipindahkan ke senter tersier yang memiliki NICU.

Sebelum pembedahan, bayi dievaluasi untuk mengetahui abnormal kongenital yang lain. Foto thoraks dapat mengevaluasi abnormalitas skeletal, malformasi kordiovaskular, pneumonia dan lengkung aorta kanan. Foto abdomen bertujuan mengevaluasi abnormalitas skeletal, obstruksi intestinal dan malrotasi.

Foto thoraks dan abdomen biasanya sudah mencukupi, penggunaan kontraks tidak terlaku sering dibutuhkan untuk mengevaluasi atresia esofagus. Echocardiogram dan renal ultrasonogram mungkin dapat membantu.

Gastrotomi untuk dekompresi lambung digunakan pada pasien dengan pnemonia signifikan atau atelektasis untuk mencegah refluk isi lambung melewati fistel dan menuju trakea. Bayi yang sehat tanpa komplikasi pulmonal atau anomali mayor yang lain biasanya menjalani perbaikan primer pada beberapa hari kehidupan, rata-rata harapan hidup pada pasien kelompok ini hampir 100%.

Pembedahan ditunda pada bayi dengan berat badan lahir rendah, pneumonia atau anomali mayor yang lain. Bayi prematur dengan BBLR dan bayi dengan malformasi mayor yang bersamaan diterapi dengan nutrisi parenteral, gastrotomi dan suction kantong atau sampai mereka dapat dioperasi. Rata-rata harapan hidup keluarga ini antara 80-95% anomali jantung khusunya merupakan penyebab kematian pada kasus yang lebih kompleks.

Komplikasi Atresia Esofagus dan Fistula Atresia Esofagus

Komplikasi- komplikasi yang bisa timbul setelah operasi perbaikan pada Atresia Esofagus dan Fistula Atresia Esofagus adalah sebagai berikut:

  • Dismotilitas Esofagus.

Dismotilitas terjadi karena kelemahan otot dinding esofagus. Berbagai tingkat dismotilitas bisa terjadi setelah operasi ini. Komplikasi ini terlihat saat bayi sudah mulai makan dan minum.

  • Gastroesofagus refluk.

Kira-kira 50% bayi yang menjalani operasi ini akan mengalami gastroesofagus refluk pada saat kanak-kanak atau dewasa, dimana asam lambung naik atau refluk ke esofagus. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan obat (medikal) atau pembedahan.

  • Trakeo Esogfagus Fistula berulang.

Pembedahan ulang adalah terapi untuk keadaan seperti ini.

  • Disfagia atau kesulitan menelan.

Disfagia adalah tertahannya  makanan pada tempat esofagus yang diperbaiki. Keadaan ini dapat diatasi dengan menelan air untuk tertelannya makanan dan mencegah terjadinya ulkus.

  • Kesulitan bernafas dan tersedak.

Komplikasi ini berhubungan dengan proses menelan makanan, tertaannya makanan dan saspirasi makanan ke dalam trakea.

  • Batuk kronis.

Batuk merupakan gejala yang umum setelah operasi perbaikan Atresia Esofagus, hal ini disebabkan kelemahan dari trakea.

  • Meningkatnya infeksi saluran pernafasan.

Pencegahan keadaan ini adalah dengan mencegah kontak dengan orang yang menderita flu, dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen.

Prognosis Atresia Esophagus

Tahun 1962, Waterson dkk. membuat klasifikasi bayi yang lahir dengan Atresia Esofagus menjadi 3 grup “dengan harapan hidup yang berbeda”.

Klarifikasi menurut BB lahir, kelainan lain yang berhubungan dan adanya pneumonia :

  • Grup A :   > 5 ½ lb (1800 – 2500 gr ) dan baik
  • Grup B  :  (1) BB Lahir 4-5 (1800-2500 gr) & baik dan (2) BB lahir >tinggi, pneumonia moderat & kelainan congenital
  • Grup C :   (1) BB lahir < 4 lb (1800gr) dan (2) BB lahir > tinggi & pneumonia berat & kelainan kongenital berat.

Klasifikasi ini merujuk pada 113 kasus yang ditangani dari RS Great Ormond Street dari 1951-1959. 38 bayi di grup A, hampir semua selamat (95%) hanya 2 yang tidak. Dari 43 bayi di grup B, 29 selamat (68%) sementara hanya 2 bayi dari 32 yang slamat di grup C.

Selama 40 tahun telah terjadi peningkatan angka survival rate berkaitan dengan diagnosis dan terapi pada kelainan lain yang berhubungan. Kemajuan di bidang tekhnik anastesi dan intensive care bagi neonatus  cukup memuaskan.

Klasifikasi Waterson berdasarkan  357 bayi dengan atresia esofagus yang dirawat di Rumah sakit dari 1980- 1992 :

  1. Grup A. 153 dari 154 selamat (99%)
  2. Grup B.    72 dari 76 selamat (95% )
  3. Grup C.   101 dari 142 selamat (71%)

Jelaslah bahwa sistem klasifikasi berdasarkan resiko baru diperlukan sesuai era yang sudah modern. Klasifikasi berdasarkan resiko, baru meliputi berat badan lahir dan malfomasi jantung  yang bertanggung  jawab pada sebagian besar kematian.

Kalsifikasi menurut Spitz terhadap keselamatan pada Atresia Esofagus :

  • Grup I   : BB lahir > 1500 gr tanpa kelainan jantung mayor (utama)
  • Grup II  : BB lahir < 1500 atau dengan kelainan  jantung mayor
  • GrupIII  : BB lahir < 1500 + kelainan jantung mayor

Kelainan jantung mayor didefinisikan sebagai kelainan jantung kongenital sianotik yang memerlukan terapi paliatif atau lebih atau kelainan jantung kongenital cyanotic yang memerlukan bedah untuk gagal jantung.

Berdasarkan klasifikasi Scheme, angka keselamatan di grup I 96 %, grup II 59 % dan grup III 22 % pada tahun 1980, tetapi sudah meningkat menjadi 98 %, 82% dan 58 % pada saat ini. Penelitian dari montreal mengidentifikasikan hanya preoperative yang tergantung ventilator dan kelainan penyerta yang berat dengan prognosis signifikan.

Daftar Pustaka

  1. Spitz,L .Oesophageal atresia. [ Online ]. [ Cited on 11 May 2007 ]. Available from URL : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1884133/
  2. Dugdale,C.D. Esophageal atresia . [ Online ]. [ Cited on 14 September 2009 ] . Available from URL: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000961.htm
  3. Kronemer KA, Warwick AS. Esophageal atresia / Tracheosophageal fistula. [ Online ]. [ cited on 23 Juni 2009]. Available from URL : http://emedicine.medscape.com/article/414368-overview
  4. Nelson EW. Nelson textbook of pediatrics.  Ed.18.  Edited by Robert M. Kliegman.  Saunders Elsevier. Amerika Serikat. 2007. Hal. 1543.
  5. Staf pengajar ilmu kesehatan anak FKUI. Buku kuliah ilmu kesehatan anak. Edited by Rusepno Hasan dan Husein Alatas. Balai penerbit FKUI. Jakarta. 2007. Hal. 199-201.
  6. University or Michigan, Departement of surgery. Esophageal atresia. [ Online ]. [ Cited on 21 Agustus 2008 ]. Available from URL : http://surgery.med.umich.edu/pediatric/clinical/patient_content/a-m/esophageal_atresia_patient.shtml
  7. Lucile Packard Children’s Hospital. Tracheosophageal fistula and esophageal atresia. [ Online ] . [ Cited on 18 Feb 2008 ]. Available from : URL :  http://www.lpch.org/DiseaseHealthInfo/HealthLibrary/digest/tracheo.html
  8. Blog HKS. Atresia esofagus. [ Online ]. [ Cited on 11 Desember 2008]. Available from : URL : http://ksuheimi.blogspot.com/2008/07/atresia-esofagus.html
  9. Clark DC. Esophageal atresia and tracheosophageal fistula. [ Online ]. [ Cited on 15 Feb 1999 ]. Available from:URL: http://www.aafp.org/afp/990215ap/910.html
  10. Merenstein, G.B dan Gardner S.L. Handbook of neonatal intensive care. Ed. 6. Mosby Elsevier. Amerika Serikat. 2006. Hal. 839-841
  11. Birnkrant, J. dan Alario, A.J. Pediatrics. Edited by Davis Pang, dkk. Mosby Elsevier. Philadelpia. 2005. Hal. 57-58
  12. Price SA dan Wilson LM. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit. Edisi 6. Vol.2. Edited by Huriawati Hartanto,dkk. EGC. Jakarta. 2005. Hal.404-405
  13. Rasad S. Radiologi diagnostik. Edisi 2nd .Edited by Iwan Ekayuda. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.2005. Hal. 405
  14. Kronemer KA, Warwick AS. Esophageal atresia / Tracheosophageal fistula. [ Online ]. [ Cited on 23 Juni 2009 ]. Available from : URL : http://emedicine.medscape.com/article/414368-imaging
  15. Ganfyd. Oesophagus. [Online]. [Cited on 21 September 2007]. Available from : URL : http://www.ganfyd.org/index.php?title=Oesophagus
  16. John Hopkins Medicine Gastroenterology & Hepatology. Anatomy. [Online]. [Cited on 2009]. Available from : URL : http://www.hopkins-gi.org/GDL_Disease.aspx?CurrentUDV=31&GDL_Cat_ID=BB532D8A-43CB-416C-9FD2-A07AC6426961&GDL_Disease_ID=46159D68-6ED3-4F76-895B-99D8BBBB46EF
  17. Imaging consult. Esophageal atresia ( Neonatal GI ). [ Online ]. [ Cited on 2009 ]. Available from : URL : http://imaging.consult.com/image/topic/dx/Gastrointestinal?title=Esophageal%20Atresia%20(Neonatal%20GI)&image=fig2&locator=gr2&pii=S1933-0332(06)70832-1
  18. Tamay Z. n dkk. Congenital esophageal atresia (EA) and tracheoesophageal fistula (TEF). [Online]. [Cited on 2008]. Available from : URL : http://www.turkishjournalpediatrics.org/?fullTextId=524
  19. Radiological society of North   America. Congenital anomalies of the upper gastrointestinal tract. [Online]. [Cited on 2009 ] Available from : URL : http://radiographics.rsna.org/content/19/4/855/F6.expansion
  20. American Journal of Roentgenology. Esophageal atresia. [Online]. [Cited on 2009]. Available from: URL : http://www.ajronline.org/cgi/content/full/181/5/1391/FIG6
  21. American Journal of Roentgenology. Esophageal atresia. [Online]. [Cited on 2009]. Available from: URL : http://www.ajronline.org/cgi/content/full/181/5/1391/FIG7
  22. Imaging consult. Atresia, Esophageal. [ Online ]. [ Cited on 2009 ]. Available from : URL : http://imaging.consult.com/image/case/dx/Obstetrics%20and%20Gynecology?title=Atresia,%20Esophageal&image=fig1&locator=gr1&pii=S1933-0332(08)70523-8
  23. Atlas of fetal MRI. Esophageal atresia. [Online]. [Cited on 2009]. Available from : URL : http://radnet.bidmc.harvard.edu/fetalatlas/chest/esophatresia/esophatresia.html
  24. Atlas of fetal MRI. Duodenal atresia. [Online]. [Cited on 2009]. Available from : URL : http://radnet.bidmc.harvard.edu/fetalatlas/abdomen/duodenalatresia/duodenalatresia.html
  25. Atlas of fetal MRI. Congenital diaphragmatic hernia. [Online]. [Cited on 2009]. Available from : URL : http://radnet.bidmc.harvard.edu/fetalatlas/chest/cdh/cdh.html