Komplikasi dan Prognosis Sindroma Nefrotik

Hiperlipidemia merupakan keadaan yang sering menyertai sindroma nefrotik. Kadar kolesterol pada umumnya meningkat sedangkan trigliserida bervariasi dari normal sampai sedikit tinggi. Peningkatan kadar kolesterol disebabkan oleh meningkatnya LDL (low density lipoprotein) yaitu sejenis lipoprotein utama pengangkut kolesterol. Tingginya kadar...

Referat Kedokteran: Penatalaksanaan Sindroma Nefrotik

Pengobatan Sindroma Nefrotik (SN) terdiri dari pengobatan spesifik yang ditujukan terhadap penyakit dasar dan pengobatan non-spesifik untuk mengurangi protenuria, mengontrol edema dan mengobati komplikasi. Etiologi sekunder dari sindrom nefrotik harus dicari dan diberi terapi, da obat-obatan yang menjadi penyebabnya...

Manifestasi Klinis dan Diagnosis Sindroma Nefrotik

Berikut adalah manifestasi klinis dari penyakit sindroma nefrotik (SN): Protenuria : > 3.0 gr/24 jam. Perubahan pada membrana dasar glomerulus menyebabkan peningkatan permebilitas glomerulus terhadap protein plasma yaitu albumin. Hipoalbuminemia : albumin serum < 3.0 g/dl. Terjadi akibat hilangnya...

Referat Kedokteran: Patofisiologi Sindroma Nefrotik

Sindroma nefrotik (SN) merupakan salah satu manifestasi klinik glomerulonefritis (GN) ditandai dengan edema anarsarka, proteinuria massif ≥ 3,5 g/hari, hiperkolesterolemia dan lipiduria. Secara umum, pada sindroma nefrotik terjadi reaksi antigen – antibodi yang menyebabkan permeabilitas membran basalis glomerulus meningkat...

Referat Kedokteran: Penatalaksanaan dan Prognosis Epilepsi

Penatalaksanaan epilepsi adalah untuk mencegah kejang timbul kembali. Pemilihan obat anti epilepsi berdasarkan tipe kejang, dan sedapat mungkin menggunakan satu macam obat. Namun aspek pengobatan saja tidak cukup. Harus pula diperhatikan faktor perubahan kognitif dan psikologi pada penderita epilepsi....

Referat Kedokteran: Menegakkan Diagnosis Epilepsi

Diagnosis epilepsi ditegakkan atas dasar adanya gejala dan tanda klinik dalam bentuk bangkitan epilepsi berulang (minimal 2 kali) yang ditunjang oleh gambaran epileptiform pada EEG. Secara lengkap urutan pemeriksaan untuk menuju ke diagnosis epilepsi adalah sebagai berikut: Anamnesis Tahap...

Referat Kedokteran: Patofisiologi dan Gejala Klinis Epilepsi

Secara umum, epilepsi terjadi karena menurunnya potensial membrane sel saraf akibat proses patologik dalam otak, gaya mekanik atau toksik, yang selanjutnya menyebabkan terlepasnya muatan listrik dari sel saraf tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan peranan asetilkolin sebagai zat yang menurunkan potensial...

Referat Kedokteran: Epidemiologi dan Etiologi Penyakit Epilepsi

Insiden epilepsi di negara maju ditemukan sekitar 50/100.000 sementara di negara berkembang mencapai 100/100.000. Pendataan secara global ditemukan 3.5 juta kasus baru per tahun diantaranya 40% adalah anak-anak dan dewasa sekitar 40% serta 20% lainnya ditemukan pada usia lanjut....

Referat Kedokteran: Defenisi Epilepsi

Epilepsi menurut JH Jackson (1951) didefinisikan sebagai suatu gejala akibat cetusan pada jaringan saraf yang berlebihan dan tidak beraturan. Cetusan tersebut dapat melibatkan sebagian kecil otak (serangan parsial atau fokal) atau lebih luas pada kedua hemisfer otak (serangan umum)....

Referat Kedokteran: Insidens dan Epidemiologi Penyakit Akalasia

Akalasia merupakan suatu keadaan khas yang ditandai dengan tidak adanya peristaltis korpus esophagus bagian bawah dan sfingter esophagus bagian bawah (SEB) yang hipertonik sehingga tidak bisa mengadakan relaksasi secara sempurna pada waktu menelan makanan. Secara histopatologik kelainan ini ditandai...

Referat Kedokteran: Penatalaksanaan dan Pencegahan Gagal Ginjal Akut (GGA)

Tujuan penatalaksanaan penyakit gagal ginjal akut (GGA) adalah mencegah terjadinya kerusakan ginjal, mempertahankan homeostasis, melakukan resusitasi, mencegah komplikasi metabolik dan infeksi serta mempertahankan pasien tetap hidup sampai faal ginjalnya sembuh secara spontan. Prinsip pengelolaannya dimulai dengan mengidentifikasi pasien berisiko...